Skip to main content

Posts

Kebahagiaan Itu Kapan?

Aku bahagia kalau... Banyak orang mencari kebahagiaan, termasuk yang nulis ini. Saya rasa, hampir setiap manusia ingin bahagia, terlepas dari budaya dan suku bangsanya. Banyak yang mencari kebahagiaan, tetapi sedikit yang berhasil mengartikan bahagia itu sendiri apa. Coba tanya 5 orang temanmu, mungkin definisi "bahagia" mereka berbeda- beda. Saya bahagia kalau apa ya? Makan coklatkah? Karena ada di iklan- iklan " You can't buy happiness, but you can buy chocholate, it is almost the same thing ." Tapi makan coklat banyak sekalipun, yang ada malah tenggorokan gatal dan batuk.  Saya bahagia kalau apa ya?  Liburan yang terbaikkah? Dapat promosi gaji berkali lipat? Makan makanan terenak di dunia? Terkadang, kalau kita belum bisa mendefinisikan bahagia itu, susah untuk  menemukan kebahagiaan itu. Bahagia itu sekarang Usaha mendefinisikan kebahagiaan seseorang akan berujung gagal kalau dia membiarkan faktor luar menjelaskan arti itu sendiri. Denga...

Ayo Aksi Sekarang!

Memasuki bulan liburan tanpa terasa kita sudah mau pertengahan tahun 2018! Mungkin ada banyak hal yang bisa kita lakukan, tetapi kita tunda karena menunggu momen yang tepat. Nah, kita akan belajar dari salah satu tokoh di Alkitab tentang berdampak. Namanya tidak terkenal, tetapi Alkitab memasukannya sebagai salah satu penyelamat bangsa Israel. Namanya Shamgar. Sesudah dia, bangkitlah Shamgar bin Anat; ia menewaskan orang Filistin dengan tongkat penghalau lembu, enam ratus orang banyaknya. Demikianlah ia juga menyelamatkan orang Israel. Hakim 3:31 START WHERE YOU ARE Siapa yang kenal Shamgar? Mungkin kita dari sekolah minggu jarang dengar namanya, tetapi dia tercatat sebagai hakim ke-3 di Israel yang menyelamatkan bangsa ini dari serangan Filistin! Shamgar tidak menunggu kondisi yang tepat, tidak menunggu momen ketika Tuhan berbicara dengan dia secara audibel, atau dia tidak menunggu menjadi seseorang yang terkenal dulu seperti Daud baru menyelamatkan bangsa Israel. Tidak! Keselur...

Ibadah yang Sejati Vs. Palsu

Dapat kiriman WA tentang gereja palsu... Ketika membuka WA tersebut, penulis beranggapan gereja palsu adalah gereja yang dokrinnya salah, atau dia mungkin sudah tidak bertuhankan Allah tritunggal, atau mungkin mengijinkan praktik dosa dilakukan di gereja tersebut. Tetapi yang lebih difokuskan adalah praktik- praktik lahiriah dari gereja itu, lokasi dimana gereja itu berada, dan juga liturgi dari gereja yang dipermasalahkan. Menurut penulis ini adalah sebuah pengamatan yang dangkal dan patut diduga terkesan tebang pilih. Sayang sekali sebetulnya kalau orang Kristen saling menyerang tubuh Kristus, walaupun penulis menangkap isi hati dari sang admin adalah baik.  Tidak usahlah kita gubris apa itu yang palsu (kalau benar itu palsu...), cukup kita ketahui kuasa dari ibadah yang sejati saja di blog kali ini ya. Haleluya!  Kuasa Dari Sebuah Ibadah Apa yang kita harapkan dari sebuah ibadah yang sejati? Banyak sebetulnya ayat yang mengajarkan tetang ibadah, tetapi dala...

Apa yang Yesus Lakukan Setelah Ia Bangkit?

The pic is not mine. Taken from Google image Yesus & Dua Murid ke Emaus Alkitab mencatat bahwa setelah Yesus bangkit, dia menampakkan diri kepada para murid selama 40 hari (KIS 1:3). Sebuah pertanyaan timbul, "kenapa Yesus sampai harus menunggu selama 40 hari sebelum dia terangkat ke surga?" Kemungkinan besar karena banyak murid-murid yang tergoncang imannya melihat Yesus disalib dan mati mengenaskan. Mereka berpikir bahwa Yesus adalah salah satu liberator yang gagal dalam membawa pembebasan bagi bangsa Israel. Nyatanya, apa yang Yesus lakukan jauh melebihi akal pikiran bangsa Israel saat itu. Yesus harus menyatakan diri-Nya untuk menguatkan iman para murid untuk kembali menyebarkan injil Kerajaan Allah ke seluruh penjuru dunia.  Di dalam 40 hari itu ada kisah menarik tentang dua orang murid yang berjalan ke arah Emaus (Lukas 24:13-35). Yesus menemani mereka berjalan, dan tertarik dengan apa yang mereka bicarakan.  Seorang murid, Cleopas berbicara dengan mu...

What Is Truth?

Apa Ada Kebenaran? Di jaman sekarang ini, banyak orang berbicara mengenai faham relativism. Apa itu? Tidak ada kebenaran yang absolut, semua serba relatif. "Apa yang saya anggap sebagai suatu kebenaran belum tentu dipandang sebagai kebenaran oleh orang lain". Akibatnya, manusia memegang kebenaran mereka sendiri sambil terus mencari segala sesuatunya.  Sebetulnya pertanyaan ini sudah ditanyakan sejak jaman Alkitab, bahkan ketika Pilatus mengadili Yesus, dia mempertanyakan hal ini juga. Di dalam Yohanes 18:37-38, Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Jadi Engkau adalah raja?" Jawab Yesus: "Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku." Kata Pilatus kepada-Nya: "Apakah kebenaran itu?"  Kata kebenaran di sini menggunakan istilah Aletheia yang memiliki arti sederha...

The Law of Christ -- Bible Study Series

Picture is taken from Google image. Subject to copyright. Janganlah Engkau Gila Hormat Dalam post kali ini, saya akan melanjutkan pembahasan dari kitab Galatia, khususnya pasal 5:25 sampai ke pasal 6:3. Sejatinya, di dalam naskah teks kuno tidak ada ayat dan pasal. Teks dan pasal baru diberikan jauh beratus- ratus tahun setelahnya untuk memudahkan pembaca Alkitab. Saya ingin kita melihat konteks hukum Kristus dimulai dari pasal 5 untuk mencoba menemukan makna dari sisi yang lain.  Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.  Paulus ingin menekankan bahwa orang yang hidup oleh Roh tidak akan memiliki sifat- sifat gila hormat, menantang, dan saling mendengki. Kata gila hormat di sini menggunakan kata kenodoxo yang berarti   vain glory , sesuatu kekosongan atas status perlunya diakui dan diapresiasi secara berlebihan. Nah, dosa itu membuat kita in...

LIDAHMU HARIMAUMU !

Pic is not mine. Subject to copyright. Hidup dan mati dikuasai oleh lidah! Percaya atau tidak, Alkitab sudah menjelaskan bahwa berkat dan kutuk dikuasai oleh lidah. Statement di atas itu ada di Amsal 18:21 dan sepertinya kok menegangkan sekali ya. Sampai mati seseorang bisa dikuasai oleh lidah kita. Kalau saya pikir- pikir kembali, perkataan yang salah dapat memutuskan sebuah hubungan bisnis, sebuah pernikahan yang berjalan, dan panggilan hidup orang.  Ada beberapa ayat di Amsal yang bisa menjadi perenungan mengenai kuasa lidah ini: Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati. (Amsal 15:4) Lihat perbandingannya, lidah yang membawa kebaikan itu seperti pohon kehidupan dan lidah yang jahat itu melukai hati. Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan. (Amsal 12:18)  Di ayat ini, perbandingan lidah yang baik dan jahat itu seperti tikaman pedang dan ada kuasa kesembuhan! Wow.. p...