Skip to main content

Posts

Ibadah yang Sejati Vs. Palsu

Dapat kiriman WA tentang gereja palsu... Ketika membuka WA tersebut, penulis beranggapan gereja palsu adalah gereja yang dokrinnya salah, atau dia mungkin sudah tidak bertuhankan Allah tritunggal, atau mungkin mengijinkan praktik dosa dilakukan di gereja tersebut. Tetapi yang lebih difokuskan adalah praktik- praktik lahiriah dari gereja itu, lokasi dimana gereja itu berada, dan juga liturgi dari gereja yang dipermasalahkan. Menurut penulis ini adalah sebuah pengamatan yang dangkal dan patut diduga terkesan tebang pilih. Sayang sekali sebetulnya kalau orang Kristen saling menyerang tubuh Kristus, walaupun penulis menangkap isi hati dari sang admin adalah baik.  Tidak usahlah kita gubris apa itu yang palsu (kalau benar itu palsu...), cukup kita ketahui kuasa dari ibadah yang sejati saja di blog kali ini ya. Haleluya!  Kuasa Dari Sebuah Ibadah Apa yang kita harapkan dari sebuah ibadah yang sejati? Banyak sebetulnya ayat yang mengajarkan tetang ibadah, tetapi dala...

Apa yang Yesus Lakukan Setelah Ia Bangkit?

The pic is not mine. Taken from Google image Yesus & Dua Murid ke Emaus Alkitab mencatat bahwa setelah Yesus bangkit, dia menampakkan diri kepada para murid selama 40 hari (KIS 1:3). Sebuah pertanyaan timbul, "kenapa Yesus sampai harus menunggu selama 40 hari sebelum dia terangkat ke surga?" Kemungkinan besar karena banyak murid-murid yang tergoncang imannya melihat Yesus disalib dan mati mengenaskan. Mereka berpikir bahwa Yesus adalah salah satu liberator yang gagal dalam membawa pembebasan bagi bangsa Israel. Nyatanya, apa yang Yesus lakukan jauh melebihi akal pikiran bangsa Israel saat itu. Yesus harus menyatakan diri-Nya untuk menguatkan iman para murid untuk kembali menyebarkan injil Kerajaan Allah ke seluruh penjuru dunia.  Di dalam 40 hari itu ada kisah menarik tentang dua orang murid yang berjalan ke arah Emaus (Lukas 24:13-35). Yesus menemani mereka berjalan, dan tertarik dengan apa yang mereka bicarakan.  Seorang murid, Cleopas berbicara dengan mu...

What Is Truth?

Apa Ada Kebenaran? Di jaman sekarang ini, banyak orang berbicara mengenai faham relativism. Apa itu? Tidak ada kebenaran yang absolut, semua serba relatif. "Apa yang saya anggap sebagai suatu kebenaran belum tentu dipandang sebagai kebenaran oleh orang lain". Akibatnya, manusia memegang kebenaran mereka sendiri sambil terus mencari segala sesuatunya.  Sebetulnya pertanyaan ini sudah ditanyakan sejak jaman Alkitab, bahkan ketika Pilatus mengadili Yesus, dia mempertanyakan hal ini juga. Di dalam Yohanes 18:37-38, Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Jadi Engkau adalah raja?" Jawab Yesus: "Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku." Kata Pilatus kepada-Nya: "Apakah kebenaran itu?"  Kata kebenaran di sini menggunakan istilah Aletheia yang memiliki arti sederha...

The Law of Christ -- Bible Study Series

Picture is taken from Google image. Subject to copyright. Janganlah Engkau Gila Hormat Dalam post kali ini, saya akan melanjutkan pembahasan dari kitab Galatia, khususnya pasal 5:25 sampai ke pasal 6:3. Sejatinya, di dalam naskah teks kuno tidak ada ayat dan pasal. Teks dan pasal baru diberikan jauh beratus- ratus tahun setelahnya untuk memudahkan pembaca Alkitab. Saya ingin kita melihat konteks hukum Kristus dimulai dari pasal 5 untuk mencoba menemukan makna dari sisi yang lain.  Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.  Paulus ingin menekankan bahwa orang yang hidup oleh Roh tidak akan memiliki sifat- sifat gila hormat, menantang, dan saling mendengki. Kata gila hormat di sini menggunakan kata kenodoxo yang berarti   vain glory , sesuatu kekosongan atas status perlunya diakui dan diapresiasi secara berlebihan. Nah, dosa itu membuat kita in...

LIDAHMU HARIMAUMU !

Pic is not mine. Subject to copyright. Hidup dan mati dikuasai oleh lidah! Percaya atau tidak, Alkitab sudah menjelaskan bahwa berkat dan kutuk dikuasai oleh lidah. Statement di atas itu ada di Amsal 18:21 dan sepertinya kok menegangkan sekali ya. Sampai mati seseorang bisa dikuasai oleh lidah kita. Kalau saya pikir- pikir kembali, perkataan yang salah dapat memutuskan sebuah hubungan bisnis, sebuah pernikahan yang berjalan, dan panggilan hidup orang.  Ada beberapa ayat di Amsal yang bisa menjadi perenungan mengenai kuasa lidah ini: Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati. (Amsal 15:4) Lihat perbandingannya, lidah yang membawa kebaikan itu seperti pohon kehidupan dan lidah yang jahat itu melukai hati. Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan. (Amsal 12:18)  Di ayat ini, perbandingan lidah yang baik dan jahat itu seperti tikaman pedang dan ada kuasa kesembuhan! Wow.. p...

Membangun Kerangka Berpikir

Semakin Rohani, Semakin Logis Pikirannya Anda setuju dengan statement di atas? Semakin rohani seseorang, maka pola berpikirnya semakin sehat dan semakin objektif perspektifnya. Dia tidak lagi diombang- ambing oleh isu di luar sana, karena memiliki kekuatan daya analisis dan pikiran yang sehat.  Pikirkan, Allah yang menciptakan tatanan tata surya dengan segala presisi dan efektivitasnya, membuktikan bahwa Dia adalah Allah yang logika sekali. Bumi kita ini kalau melenceng beberapa ratus kilometer saja sudah tidak bisa dihidupi lagi!  Anggapan bahwa semakin rohani, maka semakin tidak jelas pola berpikirnya, semakin "di awan- awan" adalah salah! Yesus mengajarkan di dalam Matius 6:25 bahwa hidup manusia lebih penting dari makanan, minuman, dan pakaian. Kata hidup dipakai kata psyche di dalam bahasa Yunaninya. Psyche memiliki beberapa arti yaitu nafas hidup manusia, dan juga Roh manusia. Roh ini diberikan ketika Allah menghembuskan nafas-Nya ke manusia, dan menaru...

Practical Atheism Vs. The Gospel - Bible Study Series

Ada  practical atheists  di dalam gereja sekarang ini.  Ya... mungkin anda bingung dengan judul di atas, karena bagaimana mungkin seorang atheist mau ke gereja dan pergi setiap Minggunya lagi. Saya ingin membedakan dulu dua golongan atheist menurut Ps. Daniel dalam kotbahnya kemarin, beliau membagi menjadi: Idelogy Atheism adalah kelompok orang secara keyakinan berkata Tuhan tidak ada. Mereka tidak merasa perlu berdoa, beragama, dan membaca Alkitab karena Tuhan secara eksistensi tidak ada. Golongan ini tidak mungkin ada di gereja karena mereka tidak merasa Tuhan itu ada.  Practical Atheism adalah kelompok orang yang mengakui Tuhan secara eksistensi tetapi dalam praktek kehidupannya, mereka tidak mengakui dan menghormati TUHAN. Hanya mengakui ideologi bahwa Tuhan itu ada, tetapi tidak sampai merubah dan merasuk roda kehidupan. Tuhan hanya di surga, dan saya di bumi mengusahakan hidup saya sendiri.  Golongan ke-2 inilah yang seringkali kita temui di ger...